![]() |
| Banyak cukup sedikit habis |
Sering kita mendengar pepatah Wanita tiang Negara baik wanitanya
maka akan baik juga negaranya. Di balik
keberhasilan seorang laki-laki ada perempuan hebat di sampingnya, banyak sekali
ungkapan-ungkapan yang mengangkat derajat seorang wanita, apalagi saat ini isu
gender semakin marak, sehingga kehebatan seorang wanita memang betul-betul diangkat
dan bisa kita lihat dimana-mana.
Kita tidak akan bahas tentang begitu banyak kehebatan wanita , Tapi disini kita hanya akan membahas tentang peran wanita yang sesungguhnya maaf bukan maksud menyudutkan posisi kita wanita atau bukan juga saya tidak resfonsif terhadap isu gender akan tetapi tidak dapat kita pungikiri bahwa kita seorang wanita tidak dapat lepas dari peran sebagai seorang istri dan ratu didalam kehidupan rumah tangga kita untuk itu kali ini saya akan berbagi tip buat kita semua para ibu bagaimna sebaiknya seorang istri atau ibu dalam mengelolah keuangan di rumah tangganya, karena keberhasilan suatu rumah tangga sangat dipengaruhi dari peran seorang istri .
Setiap orang memiliki naluri untuk
bertahan hidup setiap orang sadar bahwa mereka harus bertanggung jawab atas
hidupnya sendiri. Setiap orang harus berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya
seperti itulah kita hidup. Dan sebagai seorang istri harus memikirkan bagaimana
keberlangsungan kehidupan rumah tangganya, sebuah upaya merencanaan dan melakukan pengelolaan keuangan
dalam rumah tangga , dapat membantu seseorang mengatur hidupnya dan keluarganya
agar dapat keluar dari jerat “ tutup lobang gali lobang “.
Dan yang paling penting penegasan yang
perlu diperhatikan bukanlah “bagaimana cara melakukannya” saja melainkan
“apakah ada kemauan untuk melaksanakannya”. Bagaimana baiknya cara tersebut
tidak akan ada artinya kalau hanya sekedar teori kosong yang tidak pernah
diterapkan. Nah apa saja sebaiknya yang kita lakukan dalam upaya mengelola
keuangan dalam kehidupan rumah tangga kita mungkin tips yang saya bagikan ini
bisa membantu, ada beberapa unsur yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan
rumah tangga diantaranya
Memetakan
Pendapatan Keluarga
Pertama sekali yang harus di fahami oleh
kita adalah tentang pendapatan dalam keluarga, menghitung pendapatan keluarga
bukanlah hal yang mudah apalagi jika pendapatan keluarga kita tidak tetap (tidak
punya penghasilan tetap dalam setiap bulannya) misalnya buruh harian, pedagang
atau petani, untuk ini kita harus betul-betul bisa memetakan berapa
sesungguhnya yang merupakan pendapatan, jangan sampai modal usaha terganggu
dengan pendapatan hal ini bisa mengakibatkan bangkrut.
Dalam menghitung pendapatan harus di keluarkan terlebih dahulu modal usaha bagi yang punya usaha jika pegawai swasta atau pegawai negeri maka tidak menjadi masalah pendapatan bisa dengan mudah di ketahui. Apabila jumlah pendapatan sudah di ketahui akan menjadi dasar utama untuk langkah selanjutnya (menyusun rencana pengeluaran) Selain itu juga perlu diperhatikan sumber pendapatan, sumber pendapatan utama tentunya dari ayah, tapi sekarang sudah banyak ibu yang membantu keuangan rumah tangga, bahkan ada juga anak, tinggal bagaimana memang sumber pendapatan ini bisa di kelola dengan baik dan dalam kendali yang pas ini juga sangat menentukan. Yang pasti pendapatan keluarga pada akhirnya harus dapat dikalkulasikan menjadi pendapatan bulanan.
Pencatatan
Realisasi Pendapatan dan pengeluaran
Melakukan pencatatan sangatlah penting
dalam ilmu ekonomi ada pembukuan dimana ada kredit ada debet, ada pemasukkan
ada pengeluaran dengan melakukan pencatatan kita tau betul berapa pemasukkan
keuangan dalam rumah tangga kita sehingga kita juga bisa melakukan pengontrolan
dalam pengeluaran, pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan atau
pendapatan. Dengan kondisi keuangan yang ada seorang istri harus mampu menyusun
kebutuhan rumah tangganya sesuai dengan kondisi untuk itu maka dalam
pengelolaan keuangan sangat penting adanya rencana pengeluaran setelah kita
memiliki pendapatan keluarga. perlu di
perhatikan jangan sampai rencana pengeluaran lebih besar dari pendapatan,
proses pencatatan akan dapat mengontrol pengeluaran dengan berpatokan dari
rencana pengeluaran, jika terjadi pengeluaran di luar rencana maka harus
diperhatikan betul post mana nanti yang akan di kurangi dari rencana yang telah
disusun. Dalam penyusunan rencana keuangan maka sangat di utamakan kita
mendahulukan kebutuhan pokok sehari-hari (makan: beras, lauk pauk dll), lalu
kebutuhan bulanan Listrik, Pam, telpon, uang sekolah anak, biaya bensin
kendaraan dll) baru kemudian kebutuhan tambahan, jadi dalam menyusun rencana
kita harus mematok mana yang harus dan mana yang bisa batal atau hanya
kebutuhan tambahan.
Menabung
(Pandangan dan sikap yang tepat tentang tabungan)
Menabung, ini sangatla penting seseorang
tentunya ingin hidupnya semakin hari semakin baik tidak stagnan, sudah menjadi
sifat manusia jika punya 1 ingin 2, punya ini ingin itu, perlu diingat “sesungguhnya
Allah mencukupi kebutuhan setiap hambanya untuk hidup akan tetapi bukan untuk
gaya hidup” jadi sesungguhnya hidup kita sudah di jamin oleh Allah
untuk masing-masing kita, jika kita masih merasa kekurangan maka sesungguhnya
itu adalah kebutuhan kita dalam memenuhi gaya hidup, tidak salah juga kita
punya keinginan dan Allah mendukung itu asalkan dengan cara-cara yang di redoi
Allah, tidak akan berubah nasib suatu kaum jika tidak berusaha sering
kita dengar kalimat itu bukan? Nah sesungguhnya jika kita ingin berubah maka
kita harus berusaha, salah satu usaha kita adalah dengan menabung. Menabung bukan
hanya untuk perbaikan di masa depan tapi kita juga butuh persiapan untuk
hal-hal yang tidak kita duga misalnya untuk biaya berobat jika tiba-tiba jatuh
sakit, untuk biaya kebutuhan bisnis jika tiba2 di butuhkan modal mendesak,
untuk anak sekolah dan lain-lain.
Ada pandangan yang salah tentang komitment menabung, selama ini di masyarakat kebiasaan yang berlaku rumus menabung adalah :
Pendapatan – Pengeluanan = menabung
Ini yang biasa dilakukan, jika ini
dilakukan maka control yang tidak baik dalam pengeluaran akan berakibat
batalnya menabung, karena sudah merupakan hal yang lazim kita lihat keinginan
tidak berbatas sehingga selagi masih ada uang tentu masih ada keinginan untuk
belanja.
Sesungguhnya rumus menabung yang benar adalah
Pendapatan – menabung = Pengeluaran
Jadi menabung itu harus di paksa,
sebelum menyusun rencana pengeluanan maka pendapatan kita harus di keluarkan
terlebih dahulu untuk menabung baru kemudian menyusun rencana pengeluaran yang
lain, sekecil apapun pendapatan yang kita miliki sisihkan walau sedikit untuk
menabung. jika ini dilakukan maka menabung akan sukses tapi ini butuh komitment
dan jangan dibiasakan mengambil uang tabungan untuk hal yang tidak mendesak,
hentikan pengeluaran jika postnya sudah habis. Tabungan masa depan sebaiknya
memang jangan diambil, jangan membiasakan menggunakan kartu kredit atau membawa
kartu ATM yang memang untuk tabungan
sebaiknya bedakan rekening tabungan dengan rekening yang memang di gunakan
untuk pemenuhan kebutuhan (jika sudah terbiasa dengan ATM )
Musyawarah
keluarga
Saling terbuka didalam keluarga
sangatlah penting, begitu juga dalam hal mengelola keuangan, kejujuran menjadi
syarat utama dalam membina keharmonisan keluarga, dalam pengelolaan keuangan juga di butuhkan
musyawarah didalam keluarga rencana pengeluaran perlu diketahui semua anggota
keluaga penyepakatan-penyepakan perlu di bangun dalam banyak hal, misalnya
tentang pemenuhan kebutuhan pokok, pemenuhan kebutuhan rutin, juga pemenuhan
kebutuhan gaya hidup, karena akan berbeda pola pengelolaan untuk keluarga yang
berpenghasilan cukup atau berlebih dengan keluarga yang berpenghasilan
pas-pasan, anggota keluarga harus memahami situasi dan kondisi keluarganya, tidak menjadi masalah anak memahmi kesusahan orang tua justru akan menjadi penting untuk membentuk watak dan kepribadian anak, ayah harus jujur pada ibu, pada anak begitu juga sebaliknya, semua persoalan harus di selesaikan melalui musyawarah keluarga.
Nah kira-kira begitu tips yang bunda
bagi buat semua semoga bermanfaat, untuk bagaimana menyusun rencana pengeluaran
nanti akan bunda coba menuliskan pengalaman bunda yach






9 Komentar
saya pernah menulis pembukuan rumah tangga tapi karena riweuh urusan kain eh malah dilupakan hihihi emang bagusnya sih dicatat
BalasHapusWsh banyak banget tipsnya mbak, thank you
BalasHapusAku pernah catat pengeluaran, tapi karena keliatan minus jadi males ngelanjutinnya lagi haha.
BalasHapusNanti deh kalau dah berkeluarga baru diterapkan
Disiplin di mulai dari diri sendiri, gak usah menunggu udah menikah sayang jeruk jalan-jalan jangan suka menunda sesuatu yang baik hehe , keluar deh nasehat mak nya
BalasHapusNabung ayo semangat nabung, kayaknya memang musyawarah keluarga mengenai keuangan mesti bin harus ya
BalasHapusSetuju sekali kalo saling terbuka bunda. Sejak menikah saya menyerahkan urusan keuangan keluarga sama istri (setelah menyisihkan utk kebutuhan pribadi), alhamdulillah saya merasa tenang karena untuk penggunaannya istri selalu izin suami dulu.
BalasHapusOhh,, jadi menabung itu harus dipaksa ya hahahaha. Manajemen keuangan yang baik memang biasanya menghasilkan kontrol yang baik juga.
BalasHapusterima kasih tipsnya bun, nanti kalo saya sudah menikah mau saya praktekkan. Kalo menabung pastinya saya udah menabung, ya walaupun menabung nya gak banyak sih bun hehee
BalasHapusMksih ya mbak tipsnya.. Penting bgt buat ibu2 ni agar pntar dlm ngelola keuangan .
BalasHapus